Catatan Pribadi dari Studio Fleur de Klaten
(by Fleur.id)
Pagi ini, aku datang lebih awal ke studio.
Cahaya matahari menembus tirai putih, lembut sekali,
dan ruangan ini dipenuhi aroma mawar yang baru tiba dari petani di lereng Merapi.
Setiap kali aku menyentuh kelopak bunga, aku merasa sedang berbicara dengan waktu.
Karena di sini, di tempat yang sunyi ini, kami tidak sekadar merangkai bunga —
kami sedang mendengarkan kehidupan.
🌿 Tentang Bunga yang Tidak Pernah Bicara
Bunga tidak berbicara, tapi ia memahami semua bahasa.
Ia tahu arti kehilangan tanpa harus dijelaskan,
ia tahu rasa cinta tanpa harus disuarakan,
ia tahu doa tanpa perlu dibisikkan.
Mungkin karena itu aku memilih bekerja di sini — di Fleur de Klaten.
Karena setiap hari, kami diberi kesempatan untuk menyampaikan yang tak terucap.
🌸 Setiap Rangkaian adalah Cerita
Ada seorang ibu yang memesan papan bunga untuk putrinya yang menikah.
Ada seorang sahabat yang mengirim karangan bunga elegan untuk temannya yang baru sembuh.
Ada juga seseorang yang memesan bunga duka, tapi dengan nada pesan yang tenang:
“Tolong buatkan yang tidak sedih. Saya ingin ia tahu, cinta tetap ada meski orangnya telah tiada.”
Dan aku tahu, aku sedang merangkai rasa.
Setiap batang bunga punya cerita —
dan setiap simpul pita adalah doa kecil yang kuselipkan diam-diam.
“Keindahan bukan tentang tampil sempurna,
tapi tentang keikhlasan untuk menjadi bagian dari cerita orang lain.”
— Fleur de Klaten
💐 Tentang Waktu yang Melewati Kita dengan Lembut
Bunga mengajarkan hal yang tak bisa diajarkan oleh waktu:
bahwa segala sesuatu indah pada waktunya,
dan tidak ada yang abadi, kecuali rasa syukur.
Kadang aku merasa setiap karangan bunga yang kubuat adalah latihan melepaskan.
Karena besok, bunga ini akan berpindah tangan,
menjadi bagian dari momen yang tidak lagi milikku.
Tapi begitulah tugas kami di Fleur de Klaten —
merangkai, lalu melepas,
seperti kehidupan itu sendiri.
🌷 Tentang Keheningan yang Tak Pernah Kosong
Studio ini jarang benar-benar sepi.
Selalu ada suara gunting, napas, dan musik lembut yang nyaris tak terdengar.
Tapi bahkan dalam kesunyian itu, ada kehidupan yang berdenyut.
Setiap daun yang jatuh, setiap tangkai yang dibersihkan,
semuanya terasa seperti bagian dari ritual kecil:
ritual mencintai keindahan tanpa pamrih.
Kadang aku berpikir, mungkin Fleur de Klaten bukan florist —
mungkin kami hanyalah penjaga hal-hal lembut yang nyaris hilang di dunia modern:
kesabaran, perhatian, dan waktu yang diperlambat.
🌼 Tentang Orang-orang yang Datang Tanpa Kata
Pernah ada pelanggan datang dan berkata,
“Saya tidak tahu bunga apa yang cocok, saya hanya ingin yang rasanya tulus.”
Aku menatap matanya dan mengangguk.
Lalu aku memilih bunga lily putih, mawar krem, dan sedikit eucalyptus.
Bukan karena itu yang “paling indah,”
tapi karena itu yang paling jujur.
Begitulah cara kami bekerja di Fleur de Klaten.
Kami tidak membuat bunga terlihat indah —
kami hanya membantu keindahan menemukan bentuknya sendiri.
🕊️ Tentang Belajar Menjadi Lembut
Dulu aku berpikir, bunga itu hanya untuk orang romantis.
Tapi semakin lama bekerja di sini, aku tahu — bunga adalah pelajaran tentang menjadi manusia.
Ia mengajarkan bagaimana menjadi rapuh tanpa kehilangan makna,
bagaimana memberi tanpa berharap,
dan bagaimana meninggalkan tanpa membuat luka.
Setiap hari di studio adalah meditasi kecil:
tentang bagaimana menjadi lembut, bahkan ketika dunia di luar begitu keras.
🌹 Penutup: Surat dari Keheningan
Malam ini, setelah semua pesanan dikirim,
aku duduk di kursi rotan dekat jendela.
Cahaya sore menimpa kelopak bunga yang tersisa,
dan aroma lily bercampur sedikit dengan wangi kayu basah.
Aku menulis ini bukan untuk menjual apa pun,
tapi untuk mengingatkan —
bahwa keindahan masih ada di dunia,
dan mungkin, ia sedang tumbuh diam-diam di tangan orang-orang yang sabar.
Jika suatu hari kamu membutuhkan sesuatu yang bisa berbicara tanpa kata,
datanglah ke Fleur.id.
Mungkin, bunga yang kami rangkai sedang menunggu untuk menyampaikan perasaanmu.
Karena keindahan tidak pernah hilang.
Ia hanya berpindah tangan,
dari satu hati yang lembut ke hati yang lain.
